Misteri Gudang Tembakau di Solo yang Mengerikan

pabrik tembakau

Dahulu kala, tempat yang dikenal sebagai gudang tembakau itu merupakan sebuah pabrik gula ternama di Solo. Tepatnya di dusun Tegalmulyo, desa Pabelan, Karatasura, Sukoharjo. Bangunan tersebut didirikan sejak zaman penjajahan Belanda, akan tetapi sampai saat ini belum ada keterangan pasti mengenai kapan berdirinya pabrik tersebut.  Namun dapat diperkirakan bahwa usianya sudah lebih dari satu abad. Melihat tulisan yang ada di ujung cerobong asap pabrik bertuliskan “Kartasoera 1899,” masyarakat setempat mempercayai bahwa pabrik tersebut dibangun pada tahun itu. Dan juga dahulu, semasa penjajahan, pabrik tersebut dikenal dengan nama Suikerfabriek Kartasoera Solo. Kemudian pada tahun 1968 pabrik tersebut dibeli oleh PT Karep Bojonegoro dan digunakan untuk pengasapan tembakau sampai 1985. Setelah itu dibeli oleh PT Pandusata Utama, kemudian sempat juga menjadi milik PT Indonesia Dwi Sembilan, PT Jitu, dan terakhir PT Sinar Grafindo.

Kendati sempat beberapa kali berpindah tangan, namun aktivitas harian di pabrik tersebut tidak pernah libur, dan baru benar-benar terhenti pada tahun 1986. Pasca tahun 1986 pabrik tersebut hanya digunakan untuk gudang penyimpanan, transit, atau bongkar-muat yang tidak melibatkan banyak karyawan. Kemudian lambat laun bangunan tersebut sama sekali tidak difungsikan dan akhirnya ditutup oleh masyarakat setempat. Sejak saat itu, bekas pabrik tersebut benar-benar kosong sehingga beredar kabar di masyarakat bahwa bangunan tersebut angker. Mengingat keadaan pabrik yang kosong, lembab, serta tak terjamah oleh manusia, maka tidak heran bila pabrik tua ini menjadi tempat favorit makhluk astral.

Menurut salah seorang penjaga pabrik, Widodo, yang sudah menjaga selama kurang lebih lima belas tahun di sana mengatakan, bahwa ia sering mendengar suara tangisan perempuan di tempat pengolahan tebu, dan penampakan anak kecil sedang bermain yang seringkali muncul di area pengompresan tebu, dan masih banyak kejadian-kejadian mistik lainnya. Seiring beredarnya kabar tersebut, banyak reporter dan wartawan yang keluar-masuk untuk sekedar membuktikan rasa penasaran mereka terhadap kemistisan pabrik tua itu. Selain daripada kejadian mistik, ternyata pabrik tersebut juga menyimpan misteri sejarah. Terlihat di salah satu gedung pabrik tersebut, tepatnya di gedung bagian utara, terdapat banyak lubang-lubang di sisi luar temboknya –yang diasumsikan oleh masyarakat setempat sebagai bekas peluru. Demikian karena di dalam lubang-lubang tadi terdapat jejak sisa bubuk mesiu.

Tahun 2006 silam, pabrik tua ini sempat menjadi perbincangan kembali pasca gempa di Yogyakarta. BMKG melaporkan bahwa gempa tektonik yang menimpa Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 Mei 2006 selama 57 detik dengan kekuatan 5,9 SR, memporak-porandakan beberapa daerah di Yogyakarta dan sekitarnya, salah satunya kota Solo yang juga mengalami beberapa kerusakan bangunan, baik rumah maupun gedung, namun tidak separah di pusatnya. Pada 25 Januari 2014 gempa yang berpusat di barat daya Kebumen, Jawa Tengah berkekuatan 6,5 SR juga mengakibatkan beberapa kerusakan yang salah satunya juga di kota Solo. Tercatat bahwa Yogyakarta sendiri sudah lima kali mengalami gempa bumi Pertama kali terjadi pada tahun 1867, kemudian 1937, 1943, 1981, dan terakhir 2006. Dari sekian banyak peristiwa gempa yang terjadi, pabrik tua di Pabelan, Solo ini tidak pernah sekalipun mengalami kerusakan bangunan yang cukup signifikan, bahkan pada peristiwa gempa terakhir tahun 2006 silam, dilaporkan bahwa pabrik tua ini tak sedikitpun berguncang ataupun mengalami keretakan pada bangunannya. Menurut Widodo, si penjaga pabrik, kekokohan bangunan tersebut lantaran campuran materialnya menggunakan tetes tebu. Penggunaan tetes tebu untuk campuran material dipercaya mengurangi rongga udara di dalam bangunan sehingga bangunan menjadi lebih kokoh dan kuat.

Baca juga 5 Misteri dan Keanehan Keraton Solo
loading...

Belum ada Komentar untuk "Misteri Gudang Tembakau di Solo yang Mengerikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel