Mitos Sayur Bayam, Mi Instan, dan Biji Cabai atau Biji Jambu

Banyak sekali mitos di dunia, mulai dari mitos-mitos yang berbau mistis sampai mitos yang menyangkut kesehatan. Nah dalam artikel ini akan dikupas mitos yang menyangkut kesehatan, yaitu tentang sayur bayam yang katanya bakal jadi racun kalau dipanaskan dua kali, mitos mi instan yang katanya mengandung lilin, dan juga mitos biji cabai atau biji jambu penyebab radang usus. Kamu pasti sering banget kan mendengar mitos-mitos di atas? Apakah mitos itu benar atau tidak, kamu baca penjelasannya di bawah ini, yah.

1 | Sayur bayam akan beracun setelah dipanaskan dua kali

sayur bayam

Kamu pasti sering mendengar ibu kamu melarang menghangatkan sayur bayam, karena katanya nanti sayur bayamnya beracun. Ya mau gimana lagi, kan nggak enak makan sayur berkuah dingin. Tapi ternyata sayur bayam beracun kalau dipanaskan dua kali ini ternyata cuma katanya, alias mitos belaka. Mitos ini dipercaya memang karena adanya kandungan nitrat pada bayam yang sangat tinggi, dan katanya pemanasan yang terlalu sering akan membuat senyawa nitrat menjadi penyebab kanker. Namun penelitian menunjukkan bahwa senyawa nitrat itu senyawa yang stabil, tak bisa berubah hanya dengan dipanasi. Selain itu, setelah diteliti, mengonsumsi nitrat juga tidak menyebabkan kanker atau penyakit mengerikan lainnya. Jadi tenang saja. Dan kalau ibumu melarang kamu memanaskan bayam yang ibumu buat, tinggal suruh baca artikel di misterifaktadanfenomena.com ini.

Tapi ya jangan terlalu sering memanaskan sayur bayam, sebenarnya sayur apapun sih, karena terlalu sering memanaskan sayuran bisa mengurangi vitamin yang dikandung si sayuran.

2 | Mi instan mengandung lilin

merebus mie instan

Mitos ini tak kalah populer di kalangan orang Indonesia. Ya maklum, karena produk mi instan yang begitu masif di Indonesia,  dan rasanya yang bikin nagih, mau tidak mau sebagian besar orang Indonesia tertarik dan banyak yang mengonsumsinya, sehingga mitos mi instan mengandung lilin ini tak terelakkan. 

Namun, sekali lagi, itu hanya mitos. Penelitian tidak menemukan adanya pemakaian lilin dalam proses pembuatan mi instan, yang ada cuma penggorengan hingga kering atau istilahnya deep fried. Tapi, karena proses penggorengan ini, mi instan ini banyak mengandung lemak jenuh dan nggak baik kalau dikonsumsi secara berlebihan.

Nah kalau kamu pengen mengonsumsi mi instan yang sehat, ada caranya. Bumbu mi instannya  dikurangi, terus tambahkan sayur-sayuran seperti bayam atau sawi, lebih baik lagi kalau disajikan dengan telur si sumber protein. Tak hanya sehat, tapi juga menggiurkan, bikin ngiler. Kalau mau yang lebih sehat lagi, pilih mi instan yang dioven atau istilahnya air dried. Rasanya tak kalah lezat kog.

3 | Makan biji cabe atau biji jambu bisa buat kamu usus buntu

jambu klutuk

Ini mitos yang sering kita dengar saat kecil. Kamu pasti pernah kan saat kecil nyolong jambu tetangga? Ngaku saja? Nah biasanya teman bermain kita saat itu mewanti-wanti supaya jangan makan itu jambu sampai tak tersisa, alias bijinya juga dimakan, karena nanti bisa usus buntu. Atau kamu yang suka pedas pastinya juga sering mendengar mitos makan biji cabe bisa bikin usus buntu ini.

Memang sih beberapa kasus radang usus buntu disebabkan biji atau zat-zat yang tak tercerna lainnya yang nyasar masuk ke dalam usus buntu. Tapi kasus itu sangat langka, perbandingannya satu dari dua ribu kasus. 
Tubuh kita itu punya mekanisme yang sempurna dalam membuang zat-zat yang tak tercerna dalam tubuh, sehinngga radang usus buntu akibat benda-benda semisal biji cabe atau biji jambu sangatlah jarang. Tapi bukan berarti tak mungkin loh. Jadi kalau pengin makan sambal atau biji jambu, kamu blender saja sampai lembut. 

Radang usus buntu sendiri penyebab utamanya itu cairan fases yang salah belok dan terjebak di usus buntu atau penumpukan lendir mucus. Lendir ataupun cairan fases itu mengeras di usus buntu dan membentuk yang namanya fecalith atau batu fekal. Terus tertutup deh jalur ke usus buntu. Akibatnya tumbuhlah bakteri jahat di sana dan terjadilah peradangan. 

Referensi:

“Food sources of nitrates and nitrites: the physiologic context for potential health benefits”. American Journal of Clinical Nutrition 90: 1-10, 2010.

“Antimutagenic effect of fruit and vegetable ethanonilc extracts against n-nitrosamines evaluated by the Amest Test”.  Journal of Agricultural and Food Chemistri, 1999.

“Asian noodles: History, classification, raw materials, and processing”. Food Research International 41, 2008.

“Can fruit seeds and undigested plant residuals cause acute appendicitis”. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 2011.

loading...

Belum ada Komentar untuk "Mitos Sayur Bayam, Mi Instan, dan Biji Cabai atau Biji Jambu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel