5 Misteri dan Mitos Gunung Tangkuban Perahu yang Aneh

Baca Juga

Gunung Tangkuban Perahu merupakan gunung Stratovolcano yang berada di Bandung, Jawa Barat. Gunung yang berketinggian 2.084 mdpl ini, menjadi tempat wisata alam andalan kota Bandung karna menawarkan pemandangan yang indah terutama pada kedua kawahnya. Lerengnya dihiasi kebun teh dan pohon pinus yang dikelola oleh perum kehutanan. Suhu digunung ini juga sangat dingin, siang hari 17°C dan dimalam hari suhunya bisa mencapai 2°C. Yang terkenal dari gunung ini adalah legenda sangkuriang, sebuah legenda tentang asal mula terjadinya gunung Tangkuban Perahu. Seperti gunung lainnya, gunung Tangkuban Perahu juga terdapat mitos dan misteri yang dipercaya penduduk sekitar lereng. Untuk itu marilah kita simak semua misteri dan mitosnya dibawah ini.


1 | Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu

Terdapat legenda masyarakat yang menjelaskan terbentuknya gunung Tangkuban Perahu bernama legenda Sangkuriang. Alkisah dulu ada seorang dewa dan dewi yang berbuat dosa, lalu Tuhan menghukum mereka ke Bumi, dewa dikutuk menjadi anjing bernama Si Tumang dan dewi dikutuk menjadi babi bernama Wayungyang. Suatu hari ada seorang Raja yang kencing di tengah hutan dan air seninya tertampung di daun caring. Keesokan harinya Wayungyang yang sangat kehausan langsung meminum air seni itu dan akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan. Sang Raja tadi lalu menemukan bayi itu dan dibawanya ke istana, bayi itu dinamai Dayang Sumbi. Dayang sumbi semakin tumbuh besar dan cantik jelita sehingga banyak raja dan pangeran yang mencoba melamarnya namun ditolak. 

Karena strees, akhirnya Dayang Sumbi pergi kehutan ditemani oleh Anjing yang sebenarnya adalah Si Tumang. Akibat sumpahnya sendiri, akhirnya Dayang Sumbi kawin dengan Si Tumang dan melahirkan anak laki-laki yang dinamai Sangkuriang. Suatu hari Dayang Sumbi menginginkan hati Rusa, Sangkuriang dan Si Tumang pergi kehutan untuk berburu, tapi seharian mereka tidak mendapatkan buruan Rusa. Akibat keteledoran Sangkuriang, Si Tumang tertusuk oleh tombak yang dibawanya, Tumang pun meninggal. Karena kebingungan Sangkuriang akhirnya membawa hati Si Tumang kepada Ibunya. Setelah ibunya menyadari Hati yang dimakannya adalah hati Si Tumang yang adalah suaminya sendiri. 

Saking marahnya, Sangkuriang dipukul oleh entong dan diusir oleh ibunya. Sangkuriang mengelana mengelilingi dunia sembari berguru pada guru-guru yang sakti. Di suatu daerah, Sangkuriang bertemu dengan wanita cantik yang adalah Dayang Sumbi ibunya sendiri tapi dia tidak mengetahuinya. Tapi ibunya tahu bahwa Dayang Sumbi melalui bekas pukulan entong dikepalanya. Sangkuriang ingin kawin dengan Dayang Sumbi tapi Dayang Sumbi menolaknya. Tapi anaknya yang gila tetap bersikeras ingin mempersuntingnya. Akhirnya Dayang Sumbi membuat sebuah syarat yang sulit dipenuhi, yaitu membuatkan perahu dengan danau yang membendung sungai Citarum. Saat pembuatan danau Dayang Sumbi dibantu dan perahu dibuatnya sendiri. Karena takut, Dayang Sumbi menuju di bukit timur dan melambaikan kain putih yang bercahaya terang. Para jin dan makhluk halus yang membantu Sangkuriang langsung lenyap sebelum danau itu selesai. Sangkuriang sangat emosi,akhirnya dia menendang kapal ke utara dan jatuh tertelungkup, dan jadilah Gunung Tangkuban Perahu.

2 | Wanita Misterius

Beberapa pendaki mengaku melihat wanita misterius yang mengaku kehilangan selendangnya. Setelah selendangnya dicari wanita itu hilang secara misterius. Entah siapa wanita aneh ini, apakah orang gila atau penunggu gaib gunung tersebut. Bisa jadi wanita itu adalah Dayang Sumbi yang sedang mengganggu para pendaki dan pengunjung disekitar gunung Tangkuban Perahu.

3 | Sendang Keramat

Konon sendang ini dulunya adalah tempat permandian yang digunakan oleh Dayang Sumbi semasa hidupnya. Namanya adalah Cikahuripan Neundeut Saguling, terletak di puncak gunung Tangkuban Perahu, tempat ini berupa sungai purba dengan arus yang sangat lambat. Selain itu, warga juga percaya bahwa mata air ini berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tak ayal banyak orang yang langung meminum air ini tanpa dimasak terlebih dahulu.

4 | Manusia berpakaian hitam

Cerita ini diceritakan oleh pendaki yang mendaki pada malam hari naik motor, mereka melihat seseorang yang berpakaian serba hitam dan diikuti suara lolongan anjing. Manusia itu mendekati pendaki tadi, tapi tiba tiba orang itu menghilang sebelum tiba, akhirnya mereka tancap gas menuruni gunung. Walaupun banyak gangguan gaib, seperti jalan bercabang, merekapun akhirnya pulang dengan doa dan menyalakan klakson disetiap perjananan turun.

5 | Goa Cikahuripan

Goa Cikahuripan dipercaya sebagai tempat persemayaman Dayang Sumbi semasa hidupnya. Hingga sekarang banyak yang masih percaya roh Dayang Sumbi masih berada disana. Sehingga terkadang warga meminta wangsit kepada dayang sumbi untuk meredakan gunung Tangkuban Perahu. Selain itu, gua ini terkenal karena konon dulunya sebagai tempat penyiksaan para pribumi oleh para kompeni Belanda.

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar

kam