Misteri dan Mitos Gunung Nglanggeran yang Sulit Dipercaya

Baca Juga

nglanggeran

Gunung Nglanggeran merupakan gunung api purba yang berada di Daerah Istimewa Jogjakarta. Gunung ini merupakan salah satu dari deretan pegunungan Baturagung yang terbentuk sekitar 60 juta tahun yang lalu. Berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, gunung ini digunakan sebagai tempat pendakian dan pertapaan yang lingkungannya terdiri dari bebatuan besar yang menjulang tinggi. Banyak cerita dan legenda yang menyelimuti gunung ini, beberapa diantaranya berisi misteri dan mitos yang masih dipercaya masyarakat sekitar secara turun temurun seperti pada list dibawah ini.

1 | 7 Kepala Keluarga

Mitos ini berkembang di daerah sekitar puncak gunung Nglanggeran, tepaatnya di dusun Tlogo Mardhido, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Jogjakarta. Menurut sesepuh adat setempat yang bernama Eyang Iro Dikromo, puncak gunung harus dihuni oleh 7 orang kepala keluarga, tidak kurang atau lebih. Jika dilanggar maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti wabah penyakit yang menyebabkan kematian. Untuk itu, anak yang sudah menikah wajib meninggalkan dusun tersebut jika tidak ingin berakhir seperti orang-orang yang terkubur dalam makam disana. Sebagian besar orang keluarga baru dari dusun Tlogo Mardhido akan pindah di bawah lereng gunung Nglanggeran.

2 | Berasal dari Gunung Merapi

Konon, Gunung Nlanggeran berasal dari bongkahan Gunung Merapi. Alkisah, ada seorang manusia kera yang disebut Hanoman sedang bermain-main. Dia mencoba mengambil bintang di langit dengan bantuan Gunung Merapi sebagai pijakannya. Namun, karena tidak sampai, Hanoman kesal dan menendang puncak merapi. Bongkahan puncak merapi tersebut melayang dan akhirnya ditangkap oleh Punakawan, Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Mereka membawa batu tersebut ke selatan dengan bantuan kayu jarak. Tapi, tiba-tiba kayu jarak tersebut patah dan akhirnya bongkahan puncak Merapi tersebut jatuh di desa Nglanggeran dan akhirnya batu itu disebut Gunung Nglanggeran. Sekilas, cerita ini tidak masuk akal, akan tetapi beberapa orang tua setempat masih mempercayainya.

3 | Mata Air Gaib

Kawasan puncak Gunung Nglanggeran dipercaya terdapat mata air yang disebut disebut Telaga Wungu. Namun telaga ini tidak dapat dilihat secara kasat mata, hanya orang bersih yang memiliki indra ke-6 yang bisa melihat mata air ini. Konon telaga ini merupakan tempat permandian para bidadari, dengan segala peralatan yang berlapis emas, seperti gayung berlapis emas yang disebut canting kencana, bak penampungan emas yang disebut bokor kencono, dan undak-undaknya juga terbuat dari emas. Disebelah telaga Wungu ada juga telaga Pengguyangan yang dijadikan tempat permandian kuda bersayap tunggangan bidadari yang disebut jaran sembrani. Keberadaan kuda ini diperkuat dengan jejak tapal kuda di bebatuan dekat Telaga Wungu.

4 | Gunung Wahyu

Gunung wahyu merupakan sebutan lain dari gunung Nglanggeran karena tempat ini sering digunakan untuk meditasi dan ritual untuk mendapatkan wangsit atau petunjuk dari Yang Kuasa. Konon Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX pernah menyambangi tempat ini saat terjadi serangan G30S sehingga Jogjakarta dapat kembali normal. Waktu yang tepat untuk mengadakan ritual adalah pada tengah malam saat bulan suro. Pada saat itu gerbang gaib terbuka, dan komunikasi antar dimensi dapat berjalan lebih mudah.

5 | Mbok Jamu Gendong

Cerita mbok jamu gendong merupakan cerita pupuler bagi para pendaki Gunung Nglanggeran. Beberapa pendaki mengaku pernah bertemu atau mendengar suara hantu jamu gendong yang misterius ini. Dari dekat mbok jamu gendong akan berwujud wanita cantik dangan jamu yang dipikul di punggungnya. Sedangkan jika dilihat dari kejauhan maka akan berubah rupa menjadi nenek-nenek tua yang mengerikan. Beberapa pendaki yang bermalam di Puncak Nglanggeran juga pernah mendengar suara "Mas jamune mas..." pada jam 2 malam. Tentunya tidak wajar jika ada penjual jamu gendong tengah malam, kecuali hantu atau orang gila.

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar

kam