6 Misteri & Mitos Candi Ceto yang Aneh

cetho

Candi Cehto merupakan candi Hindu yang terletak di lereng Gunung Lawu, Karangayar, Jawa Tengah. Candi ini diperkirakan telah ada sejak jaman Majapahit, sekitar abad ke-15. Model khas candi ini adalah gapuranya yang mirip seperti pura besakih di Bali. Tapi yang membedakannya adalah ada sebuah piramida di bagian puncaknya, konon memiliki model yang mirip seperti Chichen Itza di Meksiko. Tidak jauh lagi ada sebuah candi serupa bernama Candi Sukuh, yang dianggap memiliki hubungan dengan Cetho.

Candi Cehto hingga saat ini masih dianggap sakral karena masih digunakan oleh warga setempat untuk ritual keagamaan, terutama Hindu dan kejawen. Para pelancong yang ingin masuk pun wajib mengenakan, sarung kotak-kotak yang disediakan untuk menghormati tempat yang suci ini. Ketika masuk dan berada di puncaknya, pengunjung disapa dengan bau wewangian dupa dan kemenyan, sehingga aura mistik masih sangat kental disana.

Seperti candi lainnya, Candi Cetho pun tidak luput dari misteri dan mitos yang menyelubunginya, berikut kita simak penjelasannya.

1 | Pembangunan Candi

Puncak Cetho

Walau banyak yang sepakat bahwa Candi Ceto dibangun pada Jaman Majapahit, sebenarnya pembangunannya masih diperdebatkan beberapa kalangan. Beberapa arkeolog dari Suku Maya dan Meksiko yang berkunjung di tahun 1982 bahkan mengklaim usia candi Ini lebih tua dari Chichen Itza setelah menguji sampel lumut dan batu. Ada juga yang mengklaim candi ini bekaitan dengan peradaban suku maya terbukti dari relief yang lebih menggambarkan fashion orang Sumeria daripada orang Jawa.

Bentuk reliefnya dan patungnya pun sangat sederhana, sangat kontras dengan relief jaman Majapahit pada umumnya yang sangat presisi dan kompleks. Hal ini menguatkan teori bahwa candi ini dibangun sebelum manusia menemukan alat ukir yang lebih baik. Beberapa orang skeptis berspekulasi bahwa tidak mungkin orang jaman dulu dapat menyusun batu sedemikian presisi tanpa bantuan makhluk cerdas dari luar angkasa alias Alien. Semua teori ini membuat pembangunan candi masih menjadi misteri.

2 | Patung Orang Sumeria

patung sumeria

Sekilas patung ini biasa saja, namun bila diperhatikan dengan seksama terdapat perbedaan yang mencolok pada gaya rambut dan perhiasan yang di kenakannya. Gelang yang mirip jam tangan dan anting-anting besar merupakan ciri khas kebudayaan orang Sumeria, Maya, Romawi dan Yunani kuno. Patung ini sangat jarang ditemukan di candi lain di Indonesia. Karakter ini juga mirip dengan relief yang ada di Villahermosa dan Monte Alban, Qaxaca, Mexico. Menunjukkan adanya keterkaitan patung ini dengan budaya barat, mungkinkah mereka datang ke Indonesia untuk berdagang atau menjajah. Namun, patung tersebut menunjukkan ekspresi ketakutan, mungkin mereka telah diusir oleh orang Jawa pada masa itu. Patung ini pun menjadi misteri yang tak terpecahkan di Candi Cetho.

3 | Patung Penis

penis

Patung penis ini berada di salah satu gubuk dekat piramida di Puncak. Ada pula penis dibagian bawah candi yang berukuran 2 meter yang disebut Phallus. Menurut para ahli, patung ini bukan untuk tujuan erotis tapi menunjukkan penciptaan manusia. Patung ini selalu di taburi bunga, dupa dan sesaji sesuai kepercayaan orang disana. Namun yang aneh pada penis ini adalah letak skrotum atau buah zakar yang berada di samping dan di dekat glans, seperti penis yang terkena panu. Mungkinkah hanya gambaran sederhana atau ada maksud tertentu dari bentuk penis ini, hanya orang jaman Majapahit yang mengerti.

4 | Menghadap Ke Kiblat

Tidak seperti candi lainnya di Indonesia, Candi Cetho tidak mengarah ke timur namun ke barat. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan masuknya budaya barat?. Karena lebih banyak relief dan budaya barat daripada budaya timur. Kemungkinan lain adalah bangunan ini pernah digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, atau dibangun oleh negara Islam, karena mengarah ke kiblat. Tidak ada yang tahu pasti, yang jelas Candi Cetho adalah tempat peribadatan Agama Hindu yang dianut penduduk sekitar, yang menyimpan misteri.

5 | Tes Keperjakaan

Jika di Candi Sukuh ada tes keperawanan, ternyata di Candi Cetho juga memiliki tes keperjakaan. Belum diketahui secara pasti kebenaran mitos ini, tapi jika seseorang yang belum menikah dan belum melakukan hubungan intim akan lancar melewati tangga di puncak piramida. Jika tidak, maka orang tersebut akan kencing ditempat sebelum bisa masuk ke dalam piramida. Jika sudah menikah maka gairah seks akan meningkat dan akan menghasilkan keturunan yang banyak. Kemungkinan mitos ini berasal dari hawa dingin, yang membuat orang tidak tahan ingin buang air kecil dan dituduh tidak perjaka lagi.

6 | Pasar Setan

Pasar setan sudah lekat dengan Gunung Lawu, tidak terkecuali jalur pendakian Candi Cetho. Jalur ini dikenal lebih cepat dari Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang. Namun pendaki akan dihadapkan dengan jalanan yang sangat licin dan terjal yang membahayakan nyawa. Siapapun yang ingin kesana lebih baik berdoa dulu, karena akan ada banyak fenomena aneh yang dialami. Seperti suara gemerisik yang menyerupai keramaian orang yang sedang transaksi di pasar. Para pendaki sebaiknya melontarkan receh bila mendengar suara orang menawarkan sesuatu. Kalau tidak, maka akan diganggu dan diikuti dimanapun berada. 

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar