5 Misteri Candi Sewu yang Mengejutkan

Baca Juga

Candi Sewu berarti candi 1000, walaupun tidak ada stupa berjumlah 1000. Nama ini sudah ada sejak munculnya legenda Roro Jongrang. Candi ini berlokasi di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Walau tidak begitu terkenal, Candi Sewu berusia lebih tua dari Candi Borobudur dan Pambanan. Ukurannya menempati urutan ke-2 candi Buddha terbesar di Indonesia setelah Borobudur. Lokasinya dekat prambanan, namun sering sepi pengunjung, tiketnya pun kadang digratiskan. Walau begitu kita tidak boleh mengabaikan sejarah candi ini, untuk itu marilah kita simak misteri Candi Sewu yang dirangkum dari beberapa sumber.

1 | Pembangunan Candi

candi Sewu
Candi Sewu by by Justin Raycraft
Seperti candi lainnya, pembangunan Candi Sewu pun masih misterius. Berdasarkan penanggalan karbon candi ini sudah ada sejak tahun 782. Dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (746–784), raja termashur pada masa mataram kuno. Kemudian dipugar dan diperluas oleh Raja Rakai Pikatan pada dinasti Sanjaya. Tidak ada prasasti yang menggambarkan proses pembangunan candi secara gamblang, sehingga menyisakan misteri hingga kini. Pembangunannyapun akhirnya hanya bisa dijelaskan melalui dongeng Roro Jongrang yang dikutuk oleh Bandung Bondowoso akibat kecurangannya sendiri. Roro Jonggrang meminta dibuatkan 1000 candi dalam semalam sebagai syarat cinta Pangeran Bandung Bondowoso. Dengan bantuan makhluk halus, pangeran berhasil membuatkan 999 candi dan 1 candi Roro Jongrang. Sedangkan para alienist tetap bersikukuh bahwa semua candi termasuk candi sewu dibuat oleh alien melalui UFO.

2 | Piringan Misterius

relief aneh

Banyak relief yang terukir pada dinding Candi Sewu, kebanyakan dari relief tersebut menceritakan, tradisi, budaya, dan simbol budha kuno yang sangat mistis. Diantara relief tersebut terdapat relief misterius yang berbentuk lingkaran, dengan 3 lingkaran disetiap baris. Lingkaran tersebut memiliki motif yang sangat aneh dan diduga berhubungan dengan piring terbang. Seperti crop circle namun dalam batu, mungkinkah pembuatan relief ini menceritakan tentang keberadaan makhluk luar angkasa jaman dulu yang membantu dalam pembangunan Candi? Ataukah ada maksud lain dalam pembuatannya? Tidak ada yang tahu pasti.

3 | Penunggu Candi Sewu

dwarapala

Berdasarkan arca yang ditemukan, Candi Sewu memiliki penunggu yang mengerikan yang disebut Dwarapala. Selain candi Sewu, candi lainnya pun juga memiliki patung yang sama, terletak disetiap pintu gerbang menuju pusat candi. Sebagian besar menggambarkannya sebagai monster, berbadan gendut, mata melotot, layaknya buto ijo. Makhluk ini kadang juga membawa gada raksasa sebagai senjata keramat untuk melawan musuh. Jaman sekarang bisa diibaratkan sebagai satpam yang membawa pentung. Konon makhluk inilah yang menjadi penunggu setiap Candi Sewu hingga sekarang. Makhluk ini kadang menampakkan diri di dalam Candi berupa makhluk hitam besar, sehingga wisatawan diharapkan untuk tidak berkunjung pada tengah malam. 

4 | Wajah Misterius

seraut wajah

Selain relief yang tampak dan dapat dinikmati secara langsung, ternyata di setiap dinding terdapat ukiran tak tampak yang hanya bisa dinikmati saat malam hari, tepatnya saat Candi Sewu disorot lampu dari bawah. Berdasarkan Foto yang dirilis oleh kemendikbud saat Festival Semi Dokumentar tahun 2014 silam, sangat terlihat jelas penampakan seraut wajah biksu lengkap dengan kumis dan jenggot yang panjang. Mungkinkah ini disengaja dibuat oleh peradaban masa lalu ataukah hanya kebetulan semata?, Jika disengaja, benar benar cerdas sekali peradaban masa lalu melakukan teknik visualisasi dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.

5 | Memiliki kesamaan dengan Prambanan

prambanan

Kesamaan arsitektur ini sangat mencolok, teruma dari bentuknya yang sama-sama mengerucut ke atas, Candi Sewu mungkin satu-satunya candi Budha yang memiliki bentuk mengerucut, karena pada umumnya bentuk ini digunakan oleh kepercayaan Hindu. Ada yang menduga bahwa dulunya Candi Budha bergaya mengerucut lalu diadaptasi oleh Raja Rakai Pikatan, sebagai dasar rancangan Candi Prambanan.

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar

kam