5 Cara Mudah Mengendalikan Hujan

Hujan adalah fenomena alam yang lazim terjadi di daerah tropis. Terutama di Indonesia yang berada di garis katulistiwa seringkali membawa petaka. Hujan yang terjadi setiap akhir dan awal tahun memang selalu membuat bencana dimana-mana seperti tanah longsor, banjir, dan badai. Untuk itu kita wajib waspada kalau fenomena ini datang. Tapi tentunya kalian pernah berfikir, mungkinkah hujan bisa dikendalikan atau di hentikan secara sengaja.

Sebenarnya mungkin asal kalian percaya. Hujan adalah ciptaan yang Maha Kuasa dan apabila kita melakukan hal yang mempengaruhinya, niscaya bukan tidak mungkin manusia bisa mengendalikan hujan. Untuk itu, marilah kita telusuri cara mengendalikan hujan yang patut kalian coba saat musim hujan. Terutama jika esok akan ada event penting yang harus didukung oleh langit cerah atau hujan. Berikut caranya:

1 | Menggunakan Lidi

Metode ini biasanya digunakan oleh pawang hujan di Indonesia. Cukup menggunakan bahan sederhana seperti sapu lidi, bawang merah, bawang putih dan cabai. Caranya tusuk bawang merah, bawang putih dan cabai ke ujung lidi. Tapi bahan-bahan tadi posisinya harus ditusuk secara vertikal biar bekerja. Usahakan bahan-bahan tadi diambil dari panen sendiri, lalu dirikan sapu lidi yang berisi bahan tadi dengan posisi terbalik. Apit dengan batu bila tidak bisa beridiri tegak. Metode ini akan menolak hujan di saat langit mendung. 

2 | Membuat Boneka Teru teru bōzu

teru-teru bozu

Boneka Teru teru bozu adalah sebuah boneka kepercayaan Jepang yang konon bisa menolak hujan. Boneka ini menyerupai hantu, dan konon bisa membuat dewa hujan menghentikan hujan. Disana boneka ini sering digantungkan di depan rumah supaya esoknya tidak terjadi hujan. Boneka ini sangat sederhana hanya butuh kain perca dan tali atau karet. Sebelum membuatnya kamu harus mencari kain berwarna putih lalu potong menjadi persegi lalu bungkus sesuatu untuk kepalanya bisa dari batu atau dari kain perca, lalu ikatlah sehingga menjadi lehernya dan berilah gambar mata dengan spidol lalu gantungkan di jendela. Jika kamu menggunakan warna hitam sebagai boneka Teru teru bozu bukan langit cerah yang didapat tapi hujan deras, badai dan petir yang datang.

3 | Belajar Mengendalikan Elemen Angin

Mungkin kamu mengira pengendalian angin hanya bisa dilakukan avatar. Nyatanya kamu bisa mencoba melatih dirimu untuk menguasai elemen angin. Cara ini tidaklah sulit tapi hanya butuh kesabaran dan konsentrasi serta mental yang telah menyatu dengan alam. Pastikan kamu percaya dan yakin bahwa kamu bisa mengendalikan angin, dan bayangkan kamu adalah angin itu sendiri, niscaya angin akan mengikuti perintahmu kemanapun kamu inginkan. Bila kamu ingin mengetahui lebih detail tentang cara melatih elemen angin bisa membaca artikel ini Teknik Mengendalikan Elemen Udara Dengan Mudah.

4 | Melemparkan Celana Dalam

Cara ini biasanya digunakan oleh para penyelenggara hajatan. Disaat musim hujan, mereka melemparkan celana dalam ke atap rumah. Konon celana dalam dapat membuat dewa hujan kabur saat melihat celana tersebut. Tentunya celana dalam bukan yang baru tetapi yang belum di cuci dan telah dipakai seharian. Lebih bagus bila celana dalam itu bau dan kotor. Setelah dilemparkan biasanya acara hajatan akan berlangsung dengan langit yang cerah tanpa mendung atau hujan. Cara ini juga bisa kamu coba saat kamu mempunyai acara lain yang membutuhkan langit cerah. Cukup lemparkan celana dalam 1 hari sebelum acara dimulai.

5 | Mandi di Saat Hajatan

Ini adalah mitos yang masih dipercaya beberapa orang di daerah-daerah tertentu. Jika sang pengantin atau sang pemilik hajatan mandi disaat acara hajatan sedang berlangsung maka hujan badai akan turun. Untuk mensiasatinya biasanya mereka hanya raup atau membasuh muka dengan sedikit air. Metode ini juga bisa coba kamu terapkan saat ada acara lain jadi kamu tidak usah mandi sebelum acara berlangsung. Untuk menyamarkan tampang yang belum mandi, gunakan make up setebal mungkin dan semprotkan parfum ke sekujur tubuh supaya pengunjung tidak curiga.


Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar