5 Misteri yang Menyelimuti Candi Pawon

Baca Juga

Candi pawon merupakan candi peninggalan Budha yang terletak di dusun Brojonalan, kelurahan Wanurejo, kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berukuran kecil, hanya seukuran rumah tipe 36 dan jarang dikunjungi para wisatawan. Padahal candi ini menyimpan keindahan yang tak kalah dengan candi-candi Budha lainnya. Disetiap sisinya dihiasi relief dan motif indah khas peradaban Buddha jaman dulu. Seperti candi lainnya, candi Pawon ini memiliki sejarah dan misteri yang patut dipelajari lebih jauh. Berikut beberapa misteri yang melingkupi candi pawon.

1 | Penamaan Pawon

candi pawon

Salah satu hal sepele yang belum tahu asal usulnya, nama candi ini masih banyak menimbulkan spekulasi yang tidak pasti. Menurut ahli epigrafi J.G. de Casparis, Pawon berasal dari kata awu yang dalam bahasa jawa berarti abu namun berawalan "pa" dan berakhiran "an" yang berarti perabuan atau tempat penyimpanan abu. Pawon dalam bahasa Jawa sendiri berarti dapur, sehingga candi ini dianggap dapur tempat memasak. Namun banyak para ahli mengatakan tempat ini merupakan tempat penyimpanan abu seorang yang telah meninggal.

2 | Pembangunan Candi Pawon

Karena sedikitnya text kuno dan prasasti yang membahas candi Pawon, belum bisa dipastikan bagaimana dan apa maksud dari pembangunan candi ini. Candi pawon ditemukan tahun 1900-an dalam kondisi terbengkalai dan tertimbun semak-semak. Candi yang dipugar tahun 1903 hingga 1908 ini, diperkirakan telah ada sejak abad ke 8 - 9 Masehi. Memiliki arsitek yang beda dari Candi Buddha pada umumnya, karena bentuk candi ini lebih ramping seperti candi Hindu. Sehingga dianggap mengkombinasikan antar 2 gaya bangunan Hindu dan Budha. 

Material yang digunakan untuk membangun candi ini adalah batu adhesit seperti yang digunakan Candi Borobudur. Ditumpuk dan ditata sedemikian membentuk persegi dengan panjang tiap sisi 10 m dan tinggi hingga 13,3 m. Di bagian dinding luar dihiasi relief kinara-kinari yang mengapit pohon kalpataru, manusia terbang dan di bagian utara dan selatan terdapat relief dewa kekayaan "Kuwera" yang hampir rusak seluruhnya. Di bagian atapnya berbentuk persegi dengan stupa-stupa kecil dan stupa besar di bagian puncaknya, 

3 | Ventilasi Candi Pawon

candi pawon

Salah satu yang paling misterius dari candi pawon ini adalah angin-angin atau lubang ventilasi candi itu sendiri. Belum diketahui apa fungsi sebenarnya angin-angin ini. Lubang angin mengindikasikan adanya aktifitas bakaran yang dilakukan di dalam candi ini, sehingga mungkin melatarbelakangi penamaan Candi Pawon. Menurut Casparis, Candi Pawon dulunya digunakan sebagai tempat penimpanan abu jenazah Raja Indra (782 - 812 M), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Jika benar, berarti tempat ini sangat sakral yang digunakan untuk ritual yang berkaitan dengan kerajaan Buddha di Jawa.

4 | Arca Misterius

bodhisatva

Di dalam ruangan Candi Pawon terdapat bekas yang menunjukkan bahwa ada benda yang dulunya ditaruh didalam. Menurut Prasasti Karang Tengah, disebutkan bahwa di dalam candi pawon terdapat arca yang bersinar, sehingga para ahli memperkirakan adanya arca Bodhisatwva yang terbuat dari perunggu yang dahulu bersemayam di dalam ruangan tersebut. Arca Bodhisatwva dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah mencapai level kesucian Bodhisatwva.

5 | Hubungan dengan Candi Borobudur

Karena letaknya yang strategis, yaitu berada diantara candi Mendut dan Candi Borobudur, candi ini dianggap memiliki hubungan erat dengan Candi Borobudur dan candi Mendut. Apalagi ketiga candi tersebut berada pada posisi yang lurus jika ditarik garis. Selain itu, banyak relief dan motif yang sama menyiratkan hubungan erat antara ketiganya, Menurut Poerbatjaraka (putra seorang abdi dalem keraton Kasunanan Surakarta), candi Pawon merupakan upa angga atau bagian dari Candi Barabudhur. Yang lain mengganggapnya sebagi pintu gerbang Candi Borobudur, dimana orang-orang menyucikan batin mereka. Ada mitos mistik yang mengatakan jika seseorang mampu melewati Sungai Elo, Sungai Progo dan sampai di Candi Pawon, orang itu adalah manusia yang punya kekuatan mistis tinggi.

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar

kam