Misteri Buraq, Makhluk Hybrid Cantik Bersayap

buraq

Sebelum melakukan perjalanannya ke surga, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Mekah ke Yerusalem yang disebut Isra. Seperti yang disinggung di dalam Al Qur'an (17: 1), sebuah perjalanan dibuat oleh seorang hamba Tuhan, dalam satu malam, dari tempat pemujaan suci (al-masjid al-haram) ke tempat pemujaan selanjutnya (al-masjid al-aqsa). Muhammad terkenal akan mukjizatnya yang banyak dicatat di Alquran, seperti jarinya yang dapat membelah bulan, batang pohon kelapa yang dapat menghela napas, berbicara dengan kijang, bayangan tubuhnya menghilang, tetesan keringatnya yang berubah menjadi mawar, dan lain-lain. Menurut cerita kenaikannya ke surga (mi'raj) dia mengendarai kuda bersayap yang dikenal dengan nama Buraq. Bersama malaikat Gabriel beliau melewati langit 7 lapis hingga bertemu dengan nabi-nabi lain di sana dan akhirnya dia mencapai tahta suci surga.

Mistisisme Muhammad berkembang pada akhir abad ke-9. Dia ditunjukkan sebagai orang yang ada sebelum penciptaan, cahayanya adalah pra-abadi, dan dia adalah alasan dan tujuan penciptaan. Dia menjadi manusia yang sempurna, menyatukan
ilahi dan manusia saat fajar menyingsing antara siang dan malam. Kelahirannya dikelilingi oleh mukjizat, dan hari ulang tahunnya (12. Rabi 'I) menjadi hari libur yang populer dimana banyak puisi ditulis untuk memuji prestasinya. Itulah wujud harapan bagi Dia yang telah dikirim sebagai "rahmat bagi dunia" dan akan bersyafaat untuk komunitasnya saat kiamat, terutama di kalangan umat, di mana legenda ini telah benar-benar membayangi tokoh sejarahnya.

Secara tradisional, ada kesepakatan umum bahwa hamba Tuhan adalah Muhammad dan bahwa "tempat ibadah suci" adalah Mekah. Namun, para komentator awal menafsirkan al-masjid al-aqsa sebagai surga, dan keseluruhan ayat dianggap sebagai referensi kenaikan Nabi ke surga (Mi'raj), sebuah kenaikan yang juga berasal dari Mekah. Pada periode kekhalifahan Umayyah (661-750), masjid dibaca sebagai Yerusalem. Dua versi tersebut akhirnya direkonsiliatkan dengan menganggap Isra hanya sebagai perjalanan malam dan merelokasi titik kenaikan Muhammad dari Mekah ke Yerusalem untuk menghindari kebingungan. Beberapa komentator juga menganggap bahwa Isra adalah sebuah wahyu yang dikirim kepada Muhammad dalam tidurnya dan bukan perjalanan yang sebenarnya sama sekali. Tapi sentimen ortodoks telah secara empiris mempertahankan sifat fisik, sehingga ajaib, dan bermakna perjalanan.

Kisah Isra, yang banyak dijabarkan oleh tradisi, menceritakan bahwa Muhammad melakukan perjalanan menunggangi Buraq, makhluk mitos bersayap, di bawah pasukan malaikat Gabriel. Muhammad bertemu dengan Abraham, Musa, dan Yesus di Yerusalem. Dia kemudian memimpin sebagai pemimpin (imam) saat sholat bersama semua nabi yang berkumpul dan menetapkan keutamaannya di antara utusan Tuhan.

Dalam tradisi Islam, makhluk yang dikatakan telah membawa Nabi Muhammad ke surga diigambarkan sebagai "hewan putih, setengah keledai, dengan sayap di sisinya. Buraq awalnya diperkenalkan ke dalam kisah perjalanan Muhammad (isra') dari Mekkah ke Yerusalem, sehingga perjalanan antara kota-kota bisa selesai dalam satu malam. Dalam beberapa tradisi ia menjadi kuda dengan kepala seorang wanita dan ekor merak. Seiring kisah perjalanan malam (isra') menjadi terhubung dengan kenaikan Muhammad ke surga (mi'raj), Buraq menggantikan tangga yang dulu disebut sebagai sarana akses ke surga. Sejak abad ke-14, mitos Buraq divisualisasikan berdasarkan penggambaran kuno tentang griffin, sphinx, dan centaur dan menjadi subjek favorit lukisan miniatur Persia.

Muhammad dipersiapkan oleh malaikat Jibril dan Mikael untuk bertemu dengan Tuhan di suatu malam saat dia sedang tidur di Ka'bah. Mereka membuka tubuhnya dan menyucikan hatinya dengan menghapus semua jejak kesalahan, keraguan, penyembahan berhala, dan paganisme dan dengan mengisinya dengan kebijaksanaan dan keyakinan. Dalam versi asli mi'raj, nabi tersebut kemudian diangkut oleh Jibril langsung ke surga terendah. Tapi awal sejarah Muslim, kisah kenaikan tersebut dikaitkan dengan kisah perjalanan malam Muhammad (isra '). Dua insiden terpisah digabungkan secara bertahap sehingga secara kronologisnya setelah pemurnian Muhammad, dia kemudian diangkut dalam satu malam dari Mekah ke Yerusalem oleh makhluk mitos Buraq, dan dari Yerusalem dia naik ke surga, mungkin dengan tangga (mi'raj), didampingi oleh Jibril.

Muhammad dan Jibril memasuki surga yang pertama dan melewati ketujuh tingkat sampai mereka mencapai takhta Allah. Disepanjang jalan mereka bertemu dengan nabi Adam, Yahya (Yohanes), 'Isa (Yesus), Yusuf (Yusuf), Idris, Harun (Harun), Musa (Musa), dan Ibrahim (Abraham) dan mengunjungi neraka dan surga. Musa sendiri mengatakan bahwa Muhammad lebih dihormati oleh Tuhan daripada dirinya sendiri dan bahwa Muhammad mengikutinya melebihi jumlah uangnya sendiri. Begitu Muhammad muncul di hadapan Tuhan dia diperintahkan untuk menunaikan sholat sebanyak 50 kali setiap hari. Musa lalu menyarankan Muhammad untuk memohon pengurangan jumlah karena terlalu sulit bagi umatnya, dan kewajiban tersebut akhirnya dikurangi menjadi lima doa setiap hari.

Muhammad dan mi'raj telah menjadi sumber spekulasi terus-menerus di kalangan umat Islam. Beberapa menyatakan bahwa kenaikan itu hanyalah mimpi sedangkan yang lain berspekulasi bahwa hanya jiwa Muhammad yang masuk surga, sementara tubuhnya tetap di bumi.

Baca Juga Misteri Ashabul Kahfi yang Tertidur Selama 3 Abad

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar