Misteri Kerajaan Gaib Ratu Laut Selatan

nyi roro kidul

Nyai Roro Kidul memiliki banyak nama berbeda, yang mencerminkan beragam cerita tentang asal-usulnya dalam banyak adegan, legenda, mitos dan cerita rakyat. Nama lainnya adalah Ratu Laut Selatan atau Ratu Pantai Selatan, penguasa wilayah laut di selatan Jawa atau Samudera Hindia dan dalam bahasa jawa disebut Gusti Kanjeng Ratu Kidul. Banyak orang Jawa yang percaya bahwa penting untuk menggunakan bahasa kehormatan saat merujuk kepadanya, seperti Nyai, Kangjeng, dan Gusti. Orang yang memanggilnya juga memanggilnya Eyang (nenek). Dalam bentuk putri duyung dia disebut sebagai Nyi Blorong.

Nyai Roro Kidul sering digambarkan sebagai putri duyung yang memiliki ekor ikan serta bagian bawah tubuh seekor ular. Makhluk mitologi ini dapat mengambil jiwa seseorang untuk bergabung menjadi budak di kerajaan iblis yang dipimpinnya.

Terkadang Nyai Roro Kidul secara harfiah diartikan sebagai ular "naga". Ada dugaan Nyi Roro Kidul merupakan putri Kerajaan Pajajaran yang menderita kusta.

Walau begitu adalah keindahan dan kecantikan Ratu Kidul tidak dapat ditandingi. Ini berhubungan dengan keindahan putri Sunda dan Jawa, dan kemampuan mereka untuk berubah rupa beberapa kali dalam sehari. Nyai Roro Kidul, dapat berubah sembilan kali sehari, melampaui semua kemampuan manusia biasa, dan menjadi terkenal karena kecantikannya.

Nyai Roro Kidul mengendalikan gelombang laut Samudra Hindia. Terkadang ia disebut sebagai ratu spiritual atau istri Susuhunan Solo / Surakarta dan Sultan Yogyakarta yang berhubungan dengan poros Kraton Laut Selatan Merapi di Kesultanan Solo dan Kesultanan Yogyakarta. Khususnya warna hijau laut atau gadhung m'lathi dalam bahasa Jawa, disebutnya, yang dilarang dipakai di sepanjang pantai selatan Jawa.

Asal dan sejarah

Tidak diketahui pasti bagaimana Nyai Roro Kidul dikenal dalam sejarah Jawa. Saat itu Panembahan Senopati (1586-1601 M), pendiri Kesultanan Mataram, dan cucunya Sultan Agung (1613-1645 M) yang menamai Kanjeng Ratu Kidul sebagai pengantin perempuan mereka di Babad Tanah Jawi (kisah penciptaan Jawa).

Salah satu orang Sunda asli bercerita tentang Dewi Kadita dari Kerajaan Pajajaran, di Jawa Barat, yang dengan putus asa mencari Laut Selatan setelah sihir hitam menimpanya. Dia melompat ke ombak laut Samudera Hindia dimana roh dan setan memahkotai gadis itu menjadi roh Ratu Laut Selatan.

Sementara orang Sunda lainnya mengatakan bagaimana Banyoe Bening (berarti air jernih) menjadi Ratu Kerajaan Kojojo Djojo dan, yang menderita kusta, pergi ke Selatan dimana dia dibawa oleh gelombang besar dan menghilang ke Samudra Selatan.

Cerita yang sangat rumit terjadi tentang Ajar Cemara Tunggal (Adjar Tjemara Toenggal) di atas gunung Kombang di Kerajaan Pajajaran. Dia adalah orang sakti yang sebenarnya adalah bibi besar dari Raden Joko Susuruh. Dia menyuruhnya pergi ke timur Jawa untuk menemukan sebuah kerajaan di tempat pohon maja hanya memiliki satu buah yang buahnya pahit, pait dalam bahasa Jawa, dan kerajaannya bernama Majaphait. Cemara Tunggal akan menikahi pendiri Majapahit dan keturunan di lini pertama, untuk membantu dalam semua hal itu. Ia meminta bantuan kepada roh ratu selatan, Setelah itu ia akan memerintah atas roh, setan dan semua makhluk halus. Semua ini mitos Nyai Roro Kidul yang berasal dari Sunda, Jawa Barat.

Nyi Roro Kidul dan Ir. Soekarno

sukarno

Kehebatan Insinyur Soekarno sebagai proklamator yang berhasil memerdekakan Indonesia, tak pelak memunculkan dugaan bagaiman beliau bisa demikian. Orang Jawa percaya Soekarno memiliki kesaktian yang berasal dari jimat yang dimilikinya, yaitu jimat yang dipakai di jari manisnya. Jimat itu adalah mustika merah delima, konon jimat itu hilang secara misterius menyebabkan Ir. Soekarno kalah dengan lawan politiknya Ir. Soeharto. 

Ir Soekarno dan Nyi Roro Kidul dianggap memiliki hubungan persaudaraan, Singkat cerita Nyi Roro Kidul menyerahkan pusaka mustika merah delima kepada Sukarno untuk dapat menguasai kerajaan manusia di Indonesia. Namun, tanpa jimat itu kerajaan pantai selatan melemah dan diserang oleh kerajaan iblis lain. Untuk itu Nyi Roro Kidul mengambil jimat itu kembali. Hal itu membuat Ir. Soekarno menjadi lemah dan jatuh sakit hingga akhirnya tutup usia dan diganti oleh Suharto.

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar