Fakta! Bumi Ternyata Tidak Berbentuk Bulat atau Datar

kubah bumi

Sejak jaman prasejarah, sebelum adanya teknologi modern semua orang percaya bahwa bentuk Bumi adalah datar. Mulai jaman Yunani kuno, jaman perunggu, jaman besi, hingga abad ke 17. Bumi datar menjadi budaya suku Aborigin Amerika, dimana menurutnya Bumi berbentuk piringan datar dengan kubah cakrawala yang berbentuk mangkuk terbalik, berisi bintang, matahari dan bulan yang menempel dan bergerak dikendalikan oleh Tuhan.

Bumi datar didukung oleh kitab suci dan pemuka agama masa itu, bagian diatas atmosfer yang disebut firmament yaitu kubah padat nan luas. Menurut kisah penciptaan, Tuhan membuat firmament untuk memisahkan air diatas Bumi dan air dipermukaan Bumi. Karena diatas firmament adalah dunia bagi para orang suci, dewa, dan surga tempat Tuhan berada, tidak ada seorangpun yang dapat menembusnya walau dengan teknologi secanggih apapun.

Sedangkan, teori bumi bulat sebenarnya telah disinggung oleh Pitagoras sejak 6 abad sebelum masehi, lalu dibuktikan secara empiris oleh Aristoteles sekitar 330 tahun sebelum masehi. Namun lebih banyak percaya bumi datar pada saat itu. Lambat laun kepercayaan bumi datar mulai ditinggalkan dan bumi bulat di sebarkan sebagai dasar pembelajaran dalam mata pelajaran sains di sekolah.

Bumi bulat sangatlah masuk akal, karena saling berhubungan dengan teori gravitasi, dan teori fisika lainnya. Bumi bulat bisa dibuktikan dengan menjelajah pergi ke satu arah terus maka otomatis akan kembali ke tempat asal. Orang yang pertamakali melakukan penjelajahan seluruh planet Bumi adalah Ferdinand Magellan dan Juan Sebastián Elcano, perjalanan mereka dimulai dari Seville, Spanyol, pada 1519 lalu menuju kebarat terus melewati samudra Atlantik, Pasifik dan Hindia hingga kembali lagi ke tempat asal pada 1522.

Contoh lainnya yang dapat kita praktekkan bahwa bumi berbentuk bulat adalah dengan pergi ke pantai dan melihat kapal yang berada di kejauhan melalui teropong atau binokuler, bila Bumi bulat maka permukaan Bumi akan menutupi sebagian badan kapal. Sehingga jika kapal mendekati kita maka yang telihat dulu adalah bagian atasnya seperti layar, benderanya, lalu cerobongnya, atau moncongnya terlebih dahulu.

bumi bulat

Tapi apakah benar bentuk Bumi bulat?

Ternyata tidak juga, bentuk Bumi yang sebenarnya berbentuk "lonjong".

Berikut penjelasan berdasarkan scientificamerican,

Isaac Newton pertama kali mengusulkan bahwa Bumi tidak bulat sempurna. Sebagai gantinya, dia mengusulkan bumi itu berbentuk seperti bola yang tergencet di kutubnya dan menonjol di khatulistiwa. Dia benar dan karena tonjolan ini, jarak dari pusat bumi ke permukaan laut kira-kira 21 kilometer (13 mil) lebih besar di khatulistiwa daripada di kutub.

Bumi tidak seperti besi baja yang berputar, jelas ahli geologi Vic Baker di University of Arizona di Tucson "Sedikit memiliki elastisitas yang memungkinkan bentuknya menjadi agak sedikit berubah. Efeknya akan serupa dengan tanah liat atau malem yang diputar. Meskipun kenyataannya elastisitas Bumi jauh lebih kecil dari pada tanah liat plastik silikon yang sering dimainkan anak-anak. "

Bola dunia kita, bagaimanapun juga, bukanlah bola bulat oblate yang sempurna, karena massa didistribusikan tidak merata di dalam planet ini. Semakin besar konsentrasi massa, semakin kuat tarikan gravitasinya, "menciptakan benjolan di seluruh dunia," kata ahli geologi Joe Meert di University of Florida di Gainesville.

bentuk bumi

Bentuk Bumi juga berubah seiring waktu karena faktor dinamis lainnya. Massa bergeser di dalam planet ini, mengubah anomali gravitasinya. Pegunungan dan lembah muncul dan hilang akibat lempeng tektonik. Terkadang permukaan kawah meteor. Tarikan gravitasi bulan dan matahari tidak hanya menyebabkan pasang surut laut dan atmosfer tapi juga pasang surut bumi.

Perubahan berat lautan dan atmosfer dapat menyebabkan deformasi kerak bumi "pada urutan sentimeter atau lebih," catatan ahli geofisika Richard Gross di Laboratorium Propulsi Jet di Pasadena, California. "Ada juga rebound postglacial, pada kerak dan mantel yang tertekan oleh lapisan es besar yang berada di permukaan pada zaman es terakhir hingga sekarang melonjak ke atas pada urutan sentimeter setiap tahun. " Selain itu, untuk mengimbangi distribusi massa yang tidak seimbang di Bumi dan menstabilkan putarannya, "Seluruh permukaan bumi akan berputar dan mencoba mendistribusikan kembali seluruh garis ekuator, sebuah proses yang disebut true polar wander," kata Meert.

Untuk melacak bentuk Bumi, para ilmuwan sekarang memposisikan ribuan receiver Global Positioning System di lapangan yang dapat mendeteksi perubahan elevasi beberapa milimeter, kata Gross. Metode yang dijuluki pengukur satelit laser, meluncurkan gelombang laser panjang yang terlihat dari beberapa stasiun tanah dideteksi di satelit. Setiap perubahan yang terdeteksi di orbitnya disesuaikan dengan anomali gravitasi dan distribusi massa di dalam planet ini. Masih ada teknik lain, yaitu interferometri dasar yang sangat panjang, melalui teleskop radio untuk mendengarkan gelombang radio extragalactic untuk mendeteksi perubahan posisi stasiun bawah tanah. Mungkin tidak butuh banyak teknologi untuk memahami bahwa Bumi tidak bulat sempurna, namun dibutuhkan sedikit usaha dan peralatan untuk menentukan bentuk aslinya.

Baca Juga 8 Fakta Planet Bumi yang Menakjubkan

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
2 Komentar
avatar

aH GAK PERCAYA, buktinya di foto NASA bumi bulat sempurna kok

Balas
avatar

Percaya ga percaya tapi inilah faktanya, NASA = CGI (Korban FE)

Balas