11 Gunung Paling Mematikan di Indonesia

Indonesia, sebuah negara yang indah dengan kekayaan sumber daya alam dan tradisi. Tak disangka, menyimpan bom waktu yang tersembunyi di dalam tanah yang siap menghancurkan segalanya. Apakah itu? tidak lain tidak bukan ialah rentetan gunung berapi aktif yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Letak geografis Indonesia yang dilewati ring of fire (jalur magma dari celah-celah pertemuan lempeng bumi) memaksa kita untuk waspada terhadap letusannya yang dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, kita wajib tahu gunung apa saja yang masih aktif dan potensi kekuatan ledakannya. Berikut, daftar gunung paling mematikan di Indonesia yang harus kamu tahu.

1 | Gunung Agung

gunung agung

Gunung yang masih hangat dibicarakan di tahun 2017 ini ternyata merupakan salah satu gunung paling berbahaya di Indonesia. Gunung ini sangat disucikan oleh orang Bali, oleh karena itu dinamai "Gunung Agung". Mereka juga sering menyebut Gunung Agung sebagai pusar Bumi. Jika dirunut dari sejarahnya, Gunung Agung pernah mengalami letusan hebat pada tahun 1963 sampai 1964. Dalam setahun tersebut gunung agung terus menyemburkan material dari perut Bumi. Terhitung sekitar 1000 orang tewas, desa-desa, lahan pertanian disekitar lereng hancur lebur dan rata dengan tanah, namun anehnya Pura Besakih masih kokoh tak tersentuh material vulkanik. Konon, letusan ini merupakan letusan sakral yang berhubungan dengan kepercayaan hindu. Saking dahsyatnya, letusan tersebut masuk dalam level 5 dalam skala ledakan vulkanis (VEI).

2 | Sinabung

sinabung

Gunung Sinabung sempat heboh pada tahun 2010 lalu, karena meletus kembali setelah tertidur selama 410 tahun.  Gunung yang terletak di Tanah Karo, Sumatera Utara ini kembali masuk daftar gunung paling mengancam di Indonesia. Letusan sporadis terjadi pada tahun 2014 merenggut nyawa 16 orang sedangkan pada Mei 2016 menewaskan 7 orang dan letusan mematikan lainnya sejak tahun 2013. Hingga sekarang gunung ini masih dalam pengawasan serius PVMBG. Saat postingan ini dibuat level Gunung Sinabung masuk dalam Level IV (AWAS), karena telah terjadi peningkatan aktivitas berupa erupsi dan guguran lava pada hari jumat (13/10/2017). Akibat aktivitas gunung yang tak henti mengakibatkan kerusakan tanah dan kualitas tanaman jangka panjang.

3 | Papandayan

papandayan

Gunung Papandayan merupakan gunung api tipe strato yang teletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Telah tercatat memiliki riwayat letusan terdahsyat yang terjadi tahun 1772, meterial vulkanik yang dimuntahkannya menyapu bersih 40 desa dan merenggut nyawa sekitar 3000 orang. Letusan ini masuk dalam VEI 3 hingga membelah gunung menjadi 2 puncak, diakibatkan runtuhnya tanah di sisi timur laut. Puncak 1 bernama Papandayan dan Puncak 2 bernama Puntang. Namun aktivitas gunung ini relatif menurun, ditandai dengan letusan ringan pada akhir-akhir ini.

4 | Kelud

kelud

Ingat letusan gunung kelud 2014 silam?, mungkin bagi yang berada di pulau Jawa pernah merasakan dampak dari letusan gunung ini. Letusan pada tahun 2014 itu memang tidak terduga karena terjadi pada malam hari. Suara ledakan dan gemuruh tiba-tiba terdengar dan tak disangka material abu dilontarkan setinggi 17 kilometer. Terbawa angin menuju ke barat hingga menutupi daerah Yogyakarta yang berjarak 300 kilometer jauhnya. Bahkan hujan abu ringan juga dirasakan di daerah Jawa Barat dan Jakarta. Gunung ini seakan-akan kembali menunjukkan kekuatannya setelah meletus dahsyat pada tahun 1586 yang membunuh 10000 jiwa, diperkirakan letusannya masuk kategori VEI level 4. Selain debu, lahar dan aliran lumpur menjadi ancaman yang patut diperhitungkan.

6 |  Awu

gunung awu

Gunung Awu adalah gunung yang belokasi di Kabupaten Sangir Talaud, Pulau Sangir Besar, Propinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan sejarahnya gunung awu memiliki masa istirahat yang panjang namun jika meletus selalu menghasilkan letusan besar yang berbahaya dan bepotensi tsunami. Gunung Awu mempunyai karakteristik erupsi berupa magmatik eksplosif, magmatik efusif, dan freatik. Letusan terbesar yang pernah tercatat terjadi pada 1812 yang berkekuatan VEI 4 yang menelan 963, sedangkan di tahun sebelumnya letusan hanya berkekuatan VEI 3 namun justru banyak menelan korban jiwa. Seperti letusan di tahun 1856 yang menghasilkan letusan yang memicu tsunami hingga menelan korban 2806 jiwa, dan 1892 yang memakan 1532 korban jiwa.

7 | Galunggung

galunggung

Gunung ini juga tidak kalah mengerikan, Gunung yang terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat ini memiliki catatan suram pada catatan ledakan pertamanya di tahun 1822. Kekuatannya masuk dalam VEI 5, hasilnya, material erupsi membumbung tinggi hingga 24 kilometer. Meratakan 144 desa sekitarnya dan menewaskan 4011 orang. Galunggung meletus 4 kali sejak terakhir kali pada tahun 1982, saat itu ledakannya sangat mengerikan diiringi kilatan petir yang menggila. Beberapa penerbangan pesawat sempat terganggu, seperti pesawat British Airways yang mengalami kegagalan mesin dan juga Singapore Airlines yang mengalami hal serupa tapi pesawat dapat mendarat dengan selamat.

8 | Merapi

merapi

Selain terkenal akan cerita misterinya, gunung merapi telah dinobatkan menjadi gunung berapi paling aktif di dunia. Gunung yang terletak di perbatasan Yogyakarta ini pernah meletus dahsyat pada tahun 1930, dimana, kala itu korban tewas sekitar 1369. Selain itu letusan yang lebih besar pada level VEI 4 terjadi di tahun 2010. Letusan ini membuat 353 orang kehilangan nyawanya sekaligus menghanguskan sang juru kunci terkenal, Mbah Marijan yang ditemukan tertelungkup mengenaskan. Alasan lain bahwa gunung ini mematikan adalah banyaknya penduduk yang tinggal berdekatan dengan gunung ini. Seperti kota Yogyakarta dengan populasi 3.5 juta jiwa, sangat horor jika terjadi letusan yang lebih dahsyat.

9 | Krakatau

krakatoa

Semua orang pasti tahu gunung yang satu, ini karena gunung ini pernah di filmkan mengenai kisah detik-detik letusan mematikan yang terjadi tahun 1883 silam. Gunung yang terlihat indah dibibir pantai ini, tak seindah riwayatnya. Karena letak geografisnya yang diselimuti lautan membuat letusannya tanggal 27 Agustus 1883 semakin mematikan. Gempa dan longsoran material tanah memicu tsunami dahsyat yang membantai 40000 orang. Tak hanya itu, suara ledakannya pun sempat terdengar hingga india dan Australia. Pola cuaca dunia juga terpengaruh, suhu global turun sebanyak 1,2 derajat celcius karena abu menyelimuti atmosfer. Semuanya terjadi sangat lama hingga kembali normal di tahun 1888. Dibalik itu semua ancaman kembali muncul, gundukan gunung berapi muncul kembali di lokasi yang sama. Gunung ini dinamai anak krakatau, hingga sekarang terus berkembang dan semakin aktif.

10 | Tambora

tambora

Gunung Tambora adalah sebuah gunung strato aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Kawah yang sangat lebar dan menganga menjadi saksi bisu kedahsyatan letusan tahun 1815, tentunya lebih besar dari letusan Gunung Krakatau. Tak tanggung-tanggung letusannya mencapai level 7 VEI yang berarti amat sangat kuat. Letusan Gunung Tambora menjadi salah satu letusan paling mematikan dalam sejarah dunia. Tercatat 71000 orang menjadi korban keganasannya. Namun angka tersebut dapat lebih tinggi lagi bila kematian tidak langsung di sertakan, seperti akibat kelaparan dan penyakit. Cuaca dunia juga terpengaruh akibat letusan ini, dikenal sebagai "Year Without a Summer" atau tahun tanpa musim panas di tahun 1816.

11 | Toba

gunung toba

Inilah bekas riwayat letusan paling mematikan di planet Bumi. Sebuah danau nan indah dengan Pulau Samosir ditengahnya. Toba Supervolcano meletus sekitar 75000 tahun yang lalu. Letusannya berupa ledakan mega-kolosal berkekuatan VEI 8 dan menjadi ledakan terbesar sejak 25 juta tahun terakhir. Sekitar 700 meter kubik magma disemburkan dari perut bumi, jauh dari Krakatau yang hanya 3 meter kubik di tahun 1883. Letusan ini hampir memicu kepunahan spesies Bumi, tapi nenek moyang manusia di Afrika Timur diperkirakan tidak terkena dampak yang berarti, sehingga beberapa spesies Bumi masih dapat berkembang hingga sekarang. Menurut Ilmuwan, Kaldera Toba masih aktif dan dapat berpotensi erupsi, namun tidak akan terjadi dalam beberapa ribu tahun mendatang.

Baca juga Misteri dan Mitos Mengerikan Gunung Merapi

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar