7 Alasan Mengapa Hantu Tidak Ada


Hantu, Setan, Makhluk halus, dkk. sudah menjadi mitos yang mendarah daging bagi kebanyakan orang, terutama mereka yang percaya akan dunia gaib. Sebagian orang Indonesia menggambarkan hantu dengan berbagai variasi di berbagai daerah, seperti genderuwo dari Jawa, kuyang dari Kalimantan, leak dari Bali. Semua daerah memiliki cerita masing-masing, tapi sekali lagi itu hanya dari cerita yang belum terbukti secara universal akan keberadaan aslinya.
Bila kita menggunakan logika untuk menjelaskan fenomena hantu tentu tidak bisa, tetapi ada beberapa alasan dibawah ini yang mungkin akan membuat kita ragu akan keberadaan hantu dan makhluk sejenisnya.



1 | Terlalu sedikit jenis hantu

Telah banyak makhluk hidup yang punah sejak organisme pertama dibumi, 99% kehidupan bumi telah punah mulai dari makhluk bersel satu hingga organisme kompleks seperti hewan dan manusia sejak 4 milyar tahun silam. Jika hantu ada, seharusnya hingga saat ini sudah banyak hantu dinosaurus atau hantu berupa manusia purba yang menampakkan diri.

2 | Hanya manusia yang menjadi hantu

Ini sangat aneh, mengapa hanya manusia yang menjadi hantu, bukankah semua makhluk memiliki jiwa atau roh. Jika roh benar-benar ada seharusnya ada orang yang melihat hantu dari makhluk hidup lain, misalnya roh ayam potong yang gentayangan sebagai hantu ayam tanpa bulu atau ayam tanpa kepala.

3 | Seseorang menjadi hantu setelah mati

Kematian menurut sains adalah behentinya sistem tubuh. Dalam kondisi ini tubuh tidak lagi dapat berfungsi seperti panca indera, otak, sistim sel tubuh juga tidak berfungsi. Lalu bagaimana hantu bisa hidup? bagaimana dia bisa berpikir untuk menghantui orang padahal otak sudah tidak lagi bisa digunakan. Bagaimana hantu bisa melihat? padahal panca indera sudah tidak berfungsi.

4 | Hanya orang-orang tertentu yang melihat hantu

Dari 10 orang mungkin hanya 1 orang yang mengaku pernah melihat hantu. Mereka bercerita seolah-olah benar-benar melihat hantu. Tapi mengapa kebanyakan orang tidak bisa atau sulit melihat hantu?. Dalam dunia medis hantu sering dikaitkan dengan anomali mental yang disebut Schizophrenia, dimana orang yang mengidap penyakit ini akan mudah memunculkan halusinasi dalam otaknya. Jika kamu sering melihat hantu mungkin kamu bisa coba memeriksakan diri ke pskiater untuk konsultasi dan terapi.

5 | Hantu tidak pakai jam tangan

Jka demikian, bagaimana mereka tahu kapan mereka beraksi pada malam hari terutama jam 1 sampai jam 3? misalnya kita mengubah waktu jam 7 sore menjadi jam 1 malam apakah mereka akan muncul lebih awal? ini sangat aneh. Manusia sendiri takut bila tidak bisa melihat dalam kegelapan. Mungkin inilah penyebab mengapa halusinasi hantu sering muncul, karena otak kita panik dan memproyeksikan makhluk menyeramkan yang dianggapnya ada dalam kegelapan.

6 | Hantu memakai baju

Mungkin pernyataan ini jarang dipikirkan oleh orang-orang. Biasanya mereka melihat roh atau hantu mengenakan baju sesuai dengan baju yang dipakainya terakhir kali saat meninggal. Misalnya pocong menggunakan kostum bungkusan kafan. Vampir menggunakan jas biasanya berasal dari jenazah orang kaya atau orang kristen. Apakah pakaiannya juga memiliki roh? bukannya benda mati tak bernyawa. Seharusnya jika murni roh makhluk hidup, hantunya berupa orang yang telanjang. Betul?

7 | Tidak bisa dijelaskan dengan Sains

Sains adalah sesuatu universal yang dapat dibuktikan oleh siapapun. Apapun yang tidak bisa dijelaskan dengan sains dianggap cerita dan khayalan. Sayangnya hingga saat ini hantu, roh dan sejenisnya tidak dapat dijelaskan dengan sains. Bilamana kamu dapat membuktikan hantu dengan teori ilmiah yang dapat diterima secara universal kamu bisa mengubah dunia dan mendapatkan nobel layaknya ilmuwan-ilmuwan terdahulu yang membuatmu mampu membaca postingan ini.

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »