Misteri Sinyal "Wow" dari Alien

teleskop radio

Usaha manusia untuk berkomunikasi dengan dunia luar masih terus dijalankan. Teori tentang keberadaan makhluk asing di luar angkasa, organisme atau kehidupan di luar bumi menjadi ambisi selama puluhan tahun. Film-film populer banyak menyertakan tema alien atau UFO. Biasanya hal ini disertai anggapan bahwa makhluk tersebut memiliki peradaban yang jauh lebih maju daripada bumi. Anggapan lain yang juga beredar, dengan kecanggihan teknologinya, alien dapat bepergian dari satu galaksi ke galaksi lain dalam waktu singkat. Sejak dahulu pula, banyak kesaksian yang menyebutkan datangnya UFO. Namun sebagian besar tidak bisa dibuktikan.

Keberadaan makhluk luar angkasa masih menjadi misteri. Upaya terus dilakukan untuk menemukannya. Dengan tujuan itu, lembaga bernama SETI (Search for ExtraTerrestial Intelligence) dibentuk. Lembaga ini dilengkapi dengan peralatan tercanggih untuk dapat mendeteksi komunikasi dari makhluk lain di luar angkasa.
Pencarian kehidupan lain di luar bumi terus berlanjut. SETI juga menjalankan tugasnya, hingga akhirnya, pada tahun 1977, teleskop radio milik Ohio University menangkap sebuah sinyal yang diduga berasal dari makhluk hidup di luar angkasa sana.

Saat teleskop menunjuk gugusan bintang yang dikenal dengan Chi Sagitarii pada tanggal 15 Agustus, seorang astronom bernama Jerry Ehman menerima tembakan gelombang radio yang kuat yang berlangsung selama 72 detik. Ia melingkari lembar cetak gelombang itu, melingkari tanda sinyal kuat dengan tinta merah, dan menuliskan WOW!

Cetakan Asli sinyal Wow. (sumber:bigear.org)
Masalahnya, walaupun sudah dicari kembali selama bertahun-tahun, sinyal yang serupa tak pernah kembali. Ehman, astronom yang menemukan sinyal itu, mencarinya kembali berbulan-bulan setelah sinyal Wow terdeteksi. Ia mengulangi usahanya hingga lima puluh kali.

Selain Ehman, astronom lain juga berusaha mencari sinyal serupa. Pada tahun 1987 dan 1989, Robert H. Gray mengulangi pencarian sinyal yang sama di Observatorium Oak Ridge, namun hasilnya nihil. Pada Juli 1995, H. Paul Shuch dengan teleskop di Observatorium National Radio Astronomy juga tidak dapat menangkap keberadaan sinyal tersebut. Tahun 1995, 1996, dan 1999, Gray mengulangi usaha sebelumnya yang gagal, kali ini dengan peralatan yang lebih baik. Tapi sinyal itu tetap tidak dapat diamati. Oleh karena itu, sinyal ini menjadi misteri hingga kini.

Para ahli masih mengemukakan teori soal asal sinyal tersebut. Ehman mengira sinyal itu berasal dari bumi namun dipantulkan oleh sampah antariksa. Anggapan itu kemudian terbantah. Brian Dunning berkesimpulan lain. Ia berpendapat sinyal itu ditembakkan dari Sagitarius. Teori yang disampaikan tahun 2012 ini masih dianggap sebagai penjelasan terbaik. Hingga tahun 2016, Antonio Paris dan Evan Davies mengajukan teori lain yang mengatakan sinyal itu muncul akibat sepasang komet yang sedang berada di lokasi munculnya sinyal Wow di rentang waktu yang sama. Tapi teori ini juga dianggap lemah. Dengan demikian, asal muasal sinyal Wow masih menjadi pertanyaan besar bagi para ilmuwan.

Di sisi lain, jika letak sumber sinyal Wow ditemukan, hal itu tidak serta-merta menunjukkan kalau sumbernya adalah alien. Bisa jadi sinyal itu terkirim akibat fenomena alam biasa. Namun bila ternyata penyebabnya bukan komet seperti yang baru-baru ini diteorikan, juga bukan sebab alam yang tengah diselidiki, mungkin di luar angkasa sana benar-benar ada makhluk hidup selain kita. Wow…

Sekedar tambahan, untuk memperingati hari jadi Sinyal Wow yang ke 35, Observatorium Arecibo menembakkan gelombang radio ke lokasi sumber sinyal. Isinya berupa 10.000 pesan twitter yang dikumpulkan oleh National Geographic dengan hashtag #ChasingUFOs. Salah satunya pesan bernada humor dari Stephen Colbert yang dilansir Wikipedia: “Saya datang dengan pesan penting atas nama seluruh penduduk bumi. Rasa kami tidak lezat. Sebenarnya daging kami bau seperti daging yang hampir busuk, dan akan membuat gigi kalian selilitan. Itu memalukan kalau terjadi saat wawancara kerja.  Kalau kalian ingin sesuatu untuk dikunyah, pergilah ke Nebula Kepiting, dan bawalah kain alas dada. Semua bisa kalian makan. Serius.” Ada-ada saja orang yang satu ini.

Sekarang usia teka-teki yang membingungkan ilmuwan ini sudah empat puluh tahun. Kalaupun nanti benar-benar ditemukan alien, kamu mau kenalan nggak?

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar