Misteri Kekuatan Pemain Debus Terbongkar!

Pernah melihat atraksi debus? Atraksi yang konon hanya dilakukan oleh orang-orang dengan kemampuan super yang tidak dimiliki orang biasa. Bagi kamu yang pernah menonton atraksi ini secara langsung pasti merasa ngeri, ngilu, tegang, takut bercampur aduk membuat kita tercengang membisu melihat kekuatan luar biasa para pemainnya. Bayangkan saja tubuh di cambuk, ditusuk, dibacok, digilas, dibakar, namun para pemainnya tetap hidup dan tidak terluka sedikitpun. Kekuatan magis apa yang dimiliki pemain tersebut?.

Sebenarnya atraksi ini tidak ada hubungannya dengan magic, ilmu hitam atau hal yang berbau gaib lainnya. Tapi ini semua dapat dilakukan dengan trik tertentu seperti layaknya sulap yang dapat dipelajari dan dilakukan oleh semua orang. Jika kamu penasaran, berikut beberapa trik sulap debus yang masih digunakan hingga saat ini.

1. Kebal Cambuk

cambuk
Saling cambuk dalam kesenian tiban
Biasanya atraksi ini dilakukan pada kesenian kuda lumping dimana seseorang dicambuk sekuat tenaga tanpa merasa sakit atau terluka. Kunci pada atraksi ini terletak pada teknik mencambuknya, teknik yang digunakan adalah dengan pukul putar yakni memukul dengan menggunakan bagian tengah cambuk untuk menghindari rasa sakit. Dengan teknik ini maka cambuk akan melingkari bagian yang terkena sehingga ujung cambuk tidak langsung mengenai tubuh. Selain itu teknik juga dapat memberi efek suara ledakan cambuk sehingga lebih dramatis. 

Teknik lain yang juga bisa digunakan adalah dengan menggunakan kulit hewan kambing atau kerbau yang dipasang melingkar ditubuh yang akan dicambuk. Tentunya harus tertutup rapat oleh seragam agar penonton tidak curiga.

2. Pipi Ditusuk

Atraksi pipi ditusuk besi
Dalam atraksi ini pipi benar benar ditusuk, namun tidak akan menimbulkan luka yang parah. Bahan yang digunakan biasanya besi yang lurus, dan tidak berkarat seperti ruji sepeda, kawat bangunan dll. Sebelumnya benda tersebut dilumuri minyak biar tidak seret ketika ditusuk. Untuk menghilangkan rasa nyeri pemain menjepit dulu pipinya dengan jempol dan telunjuk setelah itu baru pemain mulai menusukkan benda tersebut dengan cepat. Dalam atraksi biasanya hanya meninggalkan luka kecil dan rasa ngilu sementara.

3. Kebal Benda Tajam

kebal benda tajam
Pemain debus kebal golok
Atraksi ini salah satu yang paling menyeramkan ketika tubuh disayat-sayat oleh benda tajam seperti pisau, golok atau silet. Tapi semua ini juga menggunakan trik untuk mengelabuhi penonton. Rahasianya terletak pada senjata yang dia gunakan. Ternyata hanya 3/4 bagian dari senjata tersebut yang tajam, biasanya digunakan saat demonstrasi ketajaman seperti memotong sayur, buah atau daging untuk meyakinkan penonton. Ketika pemain menyayat tubuhnya mereka menggunakan bagian yang tumpul tersebut sehingga tidak melukai diri sendiri. Terkadang bagian tubuh yang ditebas mengikuti gerakan benda tajam tersebut seolah olah terdorong oleh ketajamannya supaya tidak terjadi luka lebam.

4. Tidur di Ranjang Paku

debus paku
Master Limbad diatas Ranjang paku
Atraksi ini juga tidak kalah menyeramkan, dimana sebelum dimulai ketajamannya dibuktikan dengan menjatuhkan buah seperti semangka atau tomat yang langsung menancap. Jika tubuh seorang pemain debus berada diatasnya pasti akan terluka bahkan ada juga yang sampai ditindih penonton diatas tubuh sehingga semakin menancap. Tapi sekenario tersebut tidak akan terjadi menurut hukum fisika. Mengapa? karena kerapatan antar paku paku tersebut yang telah diperhitungkan sehingga menghasilkan tekanan yang rata pada bidang yang relatif besar seperti tubuh manusia. Dengan ini tubuh manusia tidak akan mungkin terluka, tapi kenapa buah buah tadi bisa menancap. Ya karena buah itu memiliki bidang yang kecil apalagi dijatuhkan dari atas membuatnya semakin menancap dalam. 

Sangat berbeda dengan perlakuan tubuh pemain debus yang hanya pelan pelan dan direbahkan secara hati hati pada ranjang paku. Selain itu ketika ada penonton yang naik diatas tubuhnya, pemain harus menahan napas sebanyak banyaknya untuk mengurangi tekanan dan penonton harus naik secara pelan pelan diantara dada dan perut.

5. Makan beling dan silet

atraksi makan beling
Aksi Debus makan beling di kesenian kuda lumping
Makan beling biasanya juga sering dipertontonkan ketika acara kesenian kuda lumping. Banyak yang mengira orang tersebut dimasuki oleh roh halus sehingga mampu makan benda tajam tanpa merasa sakit. Tapi semua itu bisa dijelaskan secara ilmiah, Sebenarnya tipe beling yang mereka makan adalah yang tipis dan mudah pecah seperti kaca bohlam atau lampu neon tentunya kaca jenis ini tidak terlalu tajam dan berbahaya. Syarat yang utama sebelum melakukan aksi ini adalah dengan memakan makanan yang lengket seperti pisang atau ketan supaya pecahan beling dapat ikut tercerna oleh usus dan juga gigi tidak berlubang untuk menghindari beling yang menancap di dalam gusi.. 

Setelah itu pemain debus mulai mengunyah pecahan beling atau lampu neon yang utuh secara santai dan meyakinkan supaya penonton takjub. Kaca beling harus dikunyah terus dengan teknik seperti menumbuk tidak digeser-geser agar tidak melukai pipi dan lidah. Setelah lembut seperti pasir pecahan tersebut bisa ditelan dengan aman.

Tak beda dengan cara diatas, untuk silet hanya perlu memilih silet yang mudah rapuh seperti merek tiger. Tapi sebelumnya ujung silet yang tajam harus ditumpulkan dengan menggosokkannya ke benda yang keras. Bila ada demonstrasi ketajaman dulu biasanya hanya salah satu sisi silet yang di tumpulkan dan yang lain untuk percobaan memotong kertas. Ketika dimakan hanya bagian tumpul yang digigit dan yang tajam dipatahkan lalu disembunyikan diantara jari tangan.

6. Makan Bara Api

makan api
Aksi debus makan bara api
Trik ini relatif mudah dan hanya perlu sedikit keberanian. Sebelumnya pemain harus berkumur-kumur minyak zaitun dan mengoleskannya di area bibir untuk menghilangkan rasa panas. Lalu pemain membakar arang hingga membara menggunakan alkohol spirtus atau minyak tanah. Setelah itu masukkan arang yang membara kedalam mulut, di area yang banyak ludahnya tanpa dikunyah. Setelah bara api padam baru arang bisa ditelan atau dimuntahkan kembali.

Recomendation

loading...
Previous
Next Post »
0 Komentar